PROBOLINGGO, SGB-NEWS – Belum reda sorotan atas hilangnya sepeda motor Honda Beat milik seorang pedagang di kawasan SEMIPRO, kini peristiwa serupa kembali terjadi. Kali ini, Honda Vario tahun 2017 warna biru putih milik Novia, pelaku UMKM pedagang sosis, dilaporkan hilang pada Jumat malam (10/7/2026).
Berbeda dengan kasus sebelumnya, motor milik Novia dilaporkan hilang di area parkir resmi yang dikelola Dinas Perhubungan Kota Probolinggo. Fakta ini memunculkan pertanyaan baru mengenai efektivitas sistem pengamanan di lokasi parkir yang berada di bawah pengelolaan pemerintah.
Bagi pelaku UMKM, sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Motor merupakan aset produktif yang setiap hari digunakan untuk mengangkut perlengkapan dagangan sekaligus menjadi penunjang utama mencari nafkah. Kehilangannya tentu menjadi pukulan berat bagi korban.
Kasus kehilangan ini merupakan laporan kedua selama penyelenggaraan SEMIPRO. Sebelumnya, Honda Beat milik seorang pedagang juga dilaporkan hilang. Saat itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo menjelaskan bahwa lokasi kejadian pertama bukan merupakan area parkir yang dikelola Dishub, melainkan berada dalam kawasan yang menjadi kewenangan penyelenggara kegiatan.
Namun, laporan terbaru justru menyebut kendaraan hilang di parkiran resmi yang dikelola Dinas Perhubungan, sehingga evaluasi terhadap sistem pengamanan parkir menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.
Anggota Aliansi Madura Indonesia, Moch Dierel, menilai dua kejadian dalam satu rangkaian pesta rakyat seharusnya menjadi alarm bagi seluruh pihak.
“Kasus pertama terjadi di luar parkir resmi, sekarang muncul lagi laporan kehilangan di parkir yang dikelola Dishub. Artinya, semua pihak yang memiliki kewenangan harus melakukan evaluasi. Masyarakat datang ke pesta rakyat untuk mencari rezeki atau menikmati hiburan, bukan pulang membawa kerugian,” ujar Dierel.
Menurutnya, keamanan kendaraan pengunjung dan pedagang harus menjadi prioritas karena merupakan bagian dari pelayanan publik.
“Pesta rakyat akan dikenang bukan hanya karena hiburannya, tetapi juga karena rasa aman yang diberikan kepada masyarakat. Ketika kehilangan kendaraan terjadi berulang, wajar jika publik mempertanyakan apakah sistem pengamanan sudah berjalan maksimal atau masih memiliki celah yang harus segera diperbaiki,” tambahnya.
SGB-NEWS masih berupaya mengonfirmasi Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo terkait kronologi hilangnya Honda Vario tersebut, termasuk sistem pengamanan, jumlah petugas parkir yang bertugas, dan mekanisme pertanggungjawaban apabila kendaraan hilang di area parkir resmi yang dikelola Dishub.
Pihak kepolisian juga diharapkan dapat mengungkap kedua kasus kehilangan kendaraan tersebut agar memberikan kepastian hukum sekaligus rasa aman bagi masyarakat yang masih mengunjungi SEMIPRO.
Catatan redaksi: Jika informasi bahwa motor hilang di parkir resmi Dishub masih berdasarkan keterangan awal korban dan belum dikonfirmasi oleh Dishub, sebaiknya gunakan frasa seperti “diduga hilang di area parkir yang dikelola Dishub” hingga ada konfirmasi resmi. Ini membantu menjaga akurasi dan menghindari penyimpulan yang belum terverifikasi.
Ferdi