Pekalongan | SGB-News.id — Duka menyelimuti jajaran Polda Jawa Tengah. Seorang anggota terbaik Polres Pekalongan, Bripka Septian Eko Nugroho, gugur saat menjalankan tugas pengamanan rangkaian Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dalam Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (22/3/2026) sekitar pukul 22.50 WIB di kawasan Alun-Alun Kajen. Saat itu, almarhum tengah melaksanakan tugas pengaturan arus lalu lintas di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Usai menjalankan tugas dan sempat beristirahat sejenak di sekitar lokasi, almarhum tiba-tiba mengalami pingsan. Rekan sesama anggota yang berada di lokasi dengan sigap memberikan pertolongan dan segera membawa almarhum ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis langsung melakukan tindakan cepat, mulai dari pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) hingga resusitasi jantung paru (RJP). Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan irama jantung. Namun, meskipun upaya maksimal telah dilakukan, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, penyebab wafatnya almarhum diduga kuat akibat gangguan sistem kardiovaskular dengan indikasi penyakit jantung.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian salah satu anggotanya tersebut. Ia menegaskan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, disiplin, dan memiliki komitmen kuat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Almarhum adalah anggota yang penuh tanggung jawab. Pengabdiannya menjadi contoh nyata bagi seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kasatgas Humas OKC 2026 Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto. Ia menilai dedikasi almarhum dalam menjalankan tugas hingga akhir hayat merupakan cerminan pengabdian tanpa batas seorang anggota Polri.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Gugurnya almarhum dalam pelaksanaan tugas menjadi teladan bagi seluruh anggota untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kepergian Bripka Septian Eko Nugroho bukan hanya menjadi kehilangan bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik kelancaran arus mudik dan rasa aman masyarakat, ada pengorbanan besar yang sering kali tak terlihat.
Di tengah hiruk-pikuk Lebaran, pengabdian almarhum menjadi potret nyata bahwa tugas melayani dan melindungi masyarakat bukan sekadar kewajiban, melainkan panggilan jiwa bahkan hingga hembusan napas terakhir.
Ferdi