SGB-NEWS.ID|LUMAJANG — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Lumajang melalui akun Instagram resminya merilis pernyataan sikap terkait maraknya aksi pembegalan yang kembali terjadi di wilayah Lumajang Rabu (6/5/2026). Dalam unggahan yang diposting sekitar 58 menit sebelum berita ini ditulis, HMI menyebut kondisi keamanan di Lumajang dalam status “darurat begal”.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam pernyataan resminya, HMI Komisariat Lumajang menyampaikan kecaman keras terhadap aksi kriminal yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
“Kami mengecam keras aksi begal sadis yang meresahkan warga Lumajang,” tulis mereka.
Tak hanya itu, HMI juga mendesak aparat kepolisian, khususnya Kapolres Lumajang, untuk segera mengusut tuntas para pelaku tanpa pandang bulu. Mereka menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas guna memberikan efek jera.
Selain kepada aparat, HMI juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, HMI secara tegas menuntut Kapolres Lumajang dan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk segera mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan ini. Mereka menilai masyarakat tidak lagi membutuhkan sekadar imbauan, melainkan tindakan konkret yang mampu memberikan rasa aman secara langsung.
“Masyarakat tidak butuh sekadar himbauan, melainkan langkah tegas dan jaminan keamanan yang bisa dirasakan langsung,” tegas pernyataan tersebut.
HMI juga memberikan ultimatum bahwa jika tidak ada tindakan nyata dalam waktu dekat, mereka akan turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan tersebut.
“Diam adalah pembiaran. Lambat bertindak sama dengan membiarkan korban selanjutnya,” tulis mereka dengan nada tegas.
Pernyataan ini menambah sorotan terhadap situasi keamanan di Lumajang yang belakangan menjadi perhatian publik, seiring meningkatnya laporan kasus pembegalan di sejumlah titik.