PROBOLINGGO, SGB-NEWS.ID – Operasi Patuh 2026 mulai dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk lebih tertib serta memastikan seluruh kelengkapan kendaraan dan dokumen berkendara dalam kondisi lengkap sebelum melakukan perjalanan. 08-06.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Di Kota Probolinggo, pelaksanaan Operasi Patuh menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya. Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota, AKP Marjono, mengingatkan seluruh pengendara agar mematuhi peraturan lalu lintas dan tidak mengabaikan aspek keselamatan.
Operasi Patuh 2026 mengedepankan penegakan hukum yang terintegrasi antara teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan penindakan langsung di lapangan. Korlantas Polri menjelaskan bahwa operasi tahun ini berfokus pada transformasi digital penegakan hukum lalu lintas guna menciptakan masyarakat yang lebih patuh dan tertib berlalu lintas.
Selain pelanggaran yang terekam kamera ETLE, petugas juga akan melakukan tindakan terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya. Pelanggaran seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai ketentuan, hingga kelengkapan surat kendaraan menjadi perhatian dalam operasi ini.
AKP Marjono mengajak masyarakat untuk menjadikan Operasi Patuh bukan sekadar kegiatan penindakan, melainkan sebagai sarana edukasi agar budaya tertib berlalu lintas semakin tumbuh di tengah masyarakat.
“Kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan perlengkapan keselamatan, dan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas merupakan bentuk tanggung jawab setiap pengendara untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” pesannya.
Berdasarkan informasi yang beredar, Operasi Patuh 2026 dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni dengan penekanan pada penegakan hukum berbasis ETLE, tilang manual untuk pelanggaran tertentu, serta pendekatan humanis melalui edukasi dan teguran simpatik.
Masyarakat Kota Probolinggo diharapkan tidak panik menghadapi operasi tersebut. Yang terpenting adalah memastikan kendaraan laik jalan, memiliki SIM dan STNK yang masih berlaku, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara roda dua, serta mematuhi seluruh aturan lalu lintas.
Melalui Operasi Patuh 2026, kepolisian berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Probolinggo dan sekitarnya.
Ferdi
(SGB-NEWS.ID)