PROBOLINGGO, SGB-NEWS.id – Keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya mengandalkan petugas di lapangan. Dibutuhkan peran aktif masyarakat, terutama para pengemudi yang setiap hari bersentuhan langsung dengan aktivitas transportasi di jalan raya.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan sosialisasi yang digelar PT Jasa Raharja Cabang Probolinggo bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota di area Museum Kota Probolinggo, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang diikuti komunitas driver dan masyarakat umum tersebut menghadirkan Adi selaku penanggung jawab pelayanan Jasa Raharja serta Taufik, Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota.
Berbeda dengan sosialisasi formal pada umumnya, kegiatan ini dikemas secara santai dan penuh dialog. Para peserta diberi pemahaman mengenai pentingnya keselamatan berkendara, prosedur penanganan kecelakaan lalu lintas, hingga pemanfaatan aplikasi digital JRku yang mempermudah masyarakat memperoleh layanan Jasa Raharja.
Adi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kecelakaan di jalan raya. Padahal, kecepatan pelaporan sangat menentukan proses penanganan dan pelayanan yang diberikan.
“Melalui aplikasi JRku, masyarakat bisa lebih cepat mendapatkan informasi dan akses pelayanan. Harapan kami, masyarakat semakin sadar pentingnya melaporkan kejadian kecelakaan secara tepat dan cepat,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Taufik, menegaskan bahwa komunitas driver memiliki peran strategis dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.
Ia menilai para pengemudi tidak hanya bertugas mengantar penumpang atau barang, tetapi juga menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya.
“Driver adalah kelompok yang paling sering berada di jalan. Ketika mereka tertib, mematuhi aturan, dan mengutamakan keselamatan, maka dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat luas,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi berlangsung. Berbagai pertanyaan terkait santunan kecelakaan, prosedur pelaporan, hingga hak korban kecelakaan menjadi topik yang banyak dibahas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti kuatnya sinergi antara Jasa Raharja dan kepolisian dalam membangun kesadaran kolektif tentang keselamatan berlalu lintas. Edukasi yang dilakukan secara langsung dinilai lebih efektif karena mampu menjangkau masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di jalan.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, edukasi seperti ini menjadi langkah nyata untuk menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perlindungan yang diberikan negara kepada korban kecelakaan lalu lintas.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak komunitas dan kelompok masyarakat yang terlibat aktif menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Sebab pada akhirnya, jalan yang aman bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab seluruh pengguna jalan.
“Keselamatan dimulai dari kesadaran, dan kesadaran tumbuh dari edukasi.” Pesan itulah yang menjadi ruh dari kegiatan yang digelar Jasa Raharja dan Satlantas Polres Probolinggo Kota di Museum Kota Probolinggo.
Penulis: Pitric Ferdianto
Editor: SGB-NEWS.id