SGB-News.id | Probolinggo — Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai program berkelanjutan. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026, Pemkot Probolinggo menggelar kegiatan bertajuk “Seminggu di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL)” yang dipusatkan di kawasan TWSL, Jalan Basuki Rahmad, Kota Probolinggo.
Kegiatan yang berlangsung mulai Rabu (17/6) hingga Jumat (19/6) tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus ajakan bagi masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Agus Dwiwantoro, mengatakan peringatan HLH tahun ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi momentum untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam aksi nyata menjaga bumi.
Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai gerakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan serta menjaga keseimbangan ekosistem.
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran dan mengajak masyarakat melakukan langkah nyata yang berkelanjutan,” ujar Agus.
Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK Dokter Evariani, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, serta Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Probolinggo menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Ia menyebut TWSL memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan konservasi sekaligus wisata edukasi yang lebih modern.
Saat ini, TWSL telah memiliki berbagai koleksi satwa, termasuk kelompok aves dan mamalia. Ke depan, Pemkot Probolinggo menyiapkan pengembangan kawasan tersebut melalui skema Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan nilai investasi mencapai miliaran rupiah.
“Ke depan TWSL akan diarahkan menjadi kawasan wisata konservasi dengan konsep yang lebih besar, yakni ‘Probolinggo Naik Safari’. Harapannya, satwa-satwa besar dapat hadir dan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat,” jelas Aminuddin.
Selain pengembangan kawasan wisata lingkungan, Pemkot Probolinggo juga menggencarkan program penghijauan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perhutani dan lembaga terkait konservasi air.
Gerakan penanaman pohon pun mulai dilakukan dengan penanaman 1.000 bibit kayu putih sebagai tahap awal, yang ditargetkan berkembang hingga mencapai satu juta pohon. Program tersebut juga sejalan dengan identitas Kota Probolinggo sebagai Kota Mangga, dengan harapan setiap lingkungan rumah turut memiliki tanaman produktif.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari BBKSDA Jawa Timur yang menilai penguatan fungsi konservasi TWSL menjadi langkah strategis dalam menjaga keanekaragaman hayati.
Melalui berbagai program lingkungan, Pemkot Probolinggo menargetkan peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga mencapai 18 persen. Penambahan kawasan hijau diharapkan mampu membantu mengurangi emisi karbon serta menjaga kualitas udara di wilayah perkotaan.
Sementara itu, rangkaian kegiatan Seminggu di TWSL dikemas dengan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif. Sejumlah agenda yang digelar di antaranya lomba mewarnai tingkat RA/TK se-Kota Probolinggo, lomba melukis menggunakan timba bekas klorin tingkat SD/MI, hingga talkshow interaktif terkait peningkatan kapasitas TWSL sebagai lembaga konservasi.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi satwa bersama tim edukasi Taman Safari Prigen II Pasuruan. Pemkot juga menggelar lomba vlog bertema “Gotong Royong Menuju Pro-Iklim” yang melibatkan partisipasi 200 RW di Kota Probolinggo.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Probolinggo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat dan mampu melahirkan gerakan bersama menuju kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.