PROBOLINGGO, SGB-NEWS – Mencari sesuap nasi di tengah kemeriahan pesta rakyat Kota Probolinggo, seorang pedagang justru harus menelan kenyataan pahit. Sepeda motor Honda Beat yang selama ini menjadi penunjang utama mencari nafkah dilaporkan hilang saat dirinya berjualan di kawasan Seminggu di Kota Probolinggo (SEMIPRO), Selasa (7/7/2026) malam.
Peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan kerugian materi, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengamanan di kawasan penyelenggaraan event yang setiap hari dipadati ribuan pengunjung dan pedagang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun SGB-NEWS, korban merupakan seorang perempuan yang berjualan di kawasan SEMIPRO. Saat hendak pulang sekitar pukul 22.00 WIB, sepeda motor yang sebelumnya diparkir di sekitar area Stadion Bayuangga sudah tidak berada di tempat.
Kejadian ini menjadi perhatian karena berlangsung di tengah pesta rakyat yang seharusnya tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang datang mencari rezeki maupun menikmati acara.
Saat dikonfirmasi SGB-NEWS, Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan merupakan area parkir yang dikelola Dinas Perhubungan.
“Di dalam bukan area parkir yang dikelola Dinas Perhubungan. Di dalam itu menjadi wewenang atau keamanan event organizer yang melaksanakan kegiatan SEMIPRO,” jelasnya.
Pernyataan tersebut memperjelas batas kewenangan pengelolaan keamanan di dalam kawasan kegiatan. Artinya, sistem pengamanan di area pelaksanaan acara menjadi bagian dari penyelenggaraan yang harus dikelola secara memadai agar pengunjung dan pedagang memperoleh rasa aman.
Sementara itu, Kanit Pidana Umum Polres Probolinggo Kota membenarkan adanya informasi kehilangan kendaraan tersebut.
“Memang ada perempuan yang informasinya seorang pedagang di SEMIPRO kehilangan motor. Namun lebih jelasnya saya belum tahu karena berkas belum saya terima,” ujarnya kepada SGB-NEWS.
Anggota Aliansi Madura Indonesia, Moch Dierel, menilai peristiwa tersebut menjadi cermin bahwa kemeriahan sebuah pesta rakyat harus diimbangi dengan sistem pengamanan yang mampu melindungi masyarakat.
“Kalau berdasarkan penjelasan Kepala Dinas Perhubungan, keamanan di dalam kawasan menjadi wewenang event organizer. Maka sudah sepatutnya keamanan menjadi perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan. Jangan sampai masyarakat datang mencari nafkah atau menikmati hiburan, tetapi justru pulang membawa kerugian,” kata Dierel.
Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah event bukan hanya banyaknya pengunjung, ramainya transaksi, atau meriahnya hiburan. Keberhasilan juga diukur dari kemampuan penyelenggara menghadirkan lingkungan yang aman selama kegiatan berlangsung.
“Pedagang datang bukan untuk berjudi dengan nasib. Mereka datang membawa harapan agar dagangannya laku. Ketika kendaraan yang menjadi alat mencari nafkah justru hilang, maka kejadian seperti ini harus menjadi evaluasi serius bagi semua pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan,” lanjutnya.
Insiden ini menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan SEMIPRO. Sebelumnya, publik juga menyoroti insiden pengunjung yang terjatuh dari wahana kora-kora. Kini, muncul laporan kehilangan kendaraan di kawasan yang sama. Dua peristiwa berbeda tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan dan keamanan layak menjadi perhatian yang sama besarnya dengan kemeriahan acara.
Hingga berita ini diterbitkan, SGB-NEWS masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Event Organizer terkait sistem pengamanan yang diterapkan di kawasan SEMIPRO, termasuk langkah yang akan dilakukan menyikapi laporan kehilangan sepeda motor tersebut. Ruang hak jawab terbuka sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Ferdi