Sgb-news.id°Probolinggo-Gerakan Pemuda Ansor mendatangi DPRD Kota Probolinggo untuk meminta penjelasan terkait isu pemotongan anggaran BOSDA dan honor guru ngaji yang ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Audiensi berlangsung pada Rabu 6 Mei 2026 di ruang Komisi III DPRD Kota Probolinggo dan dihadiri jajaran Badan Anggaran DPRD bersama perwakilan GP Ansor Kota Probolinggo.
Ketua GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, mengatakan pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat dan guru ngaji terkait kabar pemotongan honor hingga mencapai 50 persen.
Menurutnya, audiensi dilakukan agar masyarakat mendapatkan penjelasan resmi terkait kebijakan anggaran yang sedang dibahas pemerintah daerah.
“Kami datang untuk meminta kepastian secara langsung karena isu ini sudah menimbulkan keresahan di kalangan guru ngaji,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Ketua DPRD Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Shinta, membenarkan adanya pengurangan honor guru ngaji sebesar 50 persen. Ia menyebut kebijakan itu berkaitan dengan adanya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.
Menurutnya, penyesuaian anggaran dilakukan sebagai tindak lanjut atas hasil pemeriksaan yang menjadi perhatian dalam pengelolaan keuangan daerah.
Meski demikian, DPRD Kota Probolinggo disebut tetap berupaya mencari solusi agar kesejahteraan guru ngaji tetap diperhatikan dalam pembahasan anggaran selanjutnya.
Dalam audiensi itu, GP Ansor meminta pemerintah daerah dan DPRD tidak mengambil kebijakan yang berdampak besar terhadap para guru ngaji yang selama ini berperan dalam pendidikan keagamaan masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk mengawal pembahasan Perubahan Anggaran Tahun 2026 dan penyusunan APBD Tahun 2027 agar kebijakan yang diambil tetap memperhatikan kepentingan sektor pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik keagamaan.
Shinta