Dok: Screenshot
SGB°LUMAJANG – Menanggapi pres rilis hasil Focus Group Discussion (FGD), yang terlaksana pada Minggu (31/5/2026), lalu di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Jenderal Sudirman Lumajang (STIH JS). Kini mendapat sorotan tajam ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang Reza Hadi Kurniawan,S.IP.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kata Reza sapaan karibnya Fenomena sosial ini tidak hanya terjadi di daerah, melainkan juga merambah hingga ke ibu kota negara yang seharusnya menjadi pusat keamanan dan ketertiban.
“Curas dan begal ini merupakan sebuah fenomena sosial yang banyak terjadi di beberapa daerah bahkan di ibu kotapun yang bahkan notabenya itu ibu kota negara yang kita menganggap bahwa di situ adalah pusat keamanan pusat ketentraman ketertiban itu sekarang lagi mengalami darurat begal,” katanya, ketika dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa Pemda harus hadir untuk menciptakan ruang aman bagi masyarakat. Salah satu langkah nyata yang didorong adalah memperbanyak sarana dan prasarana pengawasan di titik-titik rawan kriminalitas.
“Dalam konteks Kabupaten Lumajang, kita mendorong bagaimana pemerintah daerah menghadirkan ruang aman dalam bentuk pengawasan, dengan memperbanyak sarana prasarana CCTV dan memperbanyak PJU (Penerangan Jalan Umum) di beberapa titik yang rawan,” Ujarnya.
Ia menambahkan, penambahan CCTV dan PJU ini merupakan langkah preventif mutlak agar potensi kejadian curas dan begal dapat diminimalisir. Tak hanya sekadar memasang, Komisi A juga mendorong adanya integrasi sistem keamanan dengan aparat kepolisian.
“Kami juga mendorong supaya nantinya CCTV ini dikerjasamakan dengan pihak aparat penegak hukum (APH). Dengan begitu, aparat bisa langsung mengakses dan memonitor secara langsung titik-titik rawan yang ada di berbagai wilayah Kabupaten Lumajang. Poinnya di situ,” Tandasnya.
Tak berhenti disitu, Rencana dan dorongan dari DPRD Lumajang ini mendapat respons positif dari pelaku usaha teknologi lokal. Pihak CV Beat.com Jaya Lumajang Agung Subakti menyatakan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Namun, mereka juga memberikan catatan kritis terkait sistem pengawasan agar berjalan lebih efektif.
Menurut pimpinan CV Beat.com Lumajang, “jika pengawasan dan kontrol monitor hanya berpusat pada satu komando, dikhawatirkan fungsi pengawasannya akan menjadi minim dan kurang optimal,” Clatuknya.
Sebagai bentuk solusi dan tanggung jawab sosial,Agung panggilan karibnya menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan pemerintah. Mereka menawarkan kontribusi berupa sistem pengawasan CCTV publik berbasis online yang dapat diakses secara luas.
“Kami siap berkontribusi untuk pengawasan CCTV publik berbasis online melalui aplikasi dan web cctvlumajang.com. Kami siap berkontribusi dan bersinergi,” pungkas Agung.
Diharapkan, kolaborasi antara legislatif, eksekutif, aparat penegak hukum, dan sektor swasta ini dapat segera terealisasi demi mengembalikan rasa aman bagi seluruh warga Kabupaten Lumajang. (SOF)