PROBOLINGGO, SGB-NEWS.id – Komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terus menunjukkan hasil nyata. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Dr. Siti Romlah, berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak belajar dalam suasana yang kondusif dan ramah anak.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Upaya tersebut diwujudkan melalui implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), sebuah program yang dirancang untuk mencegah serta menangani berbagai bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Program ini menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Probolinggo dalam membangun kualitas pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan perlindungan maksimal kepada peserta didik.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menjalankan program tersebut, Kota Probolinggo menginisiasi GASPRO CETAR PERKASA atau Satuan Tugas Kota Probolinggo Cegah dan Tangani Perundungan dan Kekerasan di Satuan Pendidikan. Program ini menjadi instrumen penting dalam mendeteksi serta menangani berbagai laporan kekerasan secara cepat melalui sistem dashboard yang terintegrasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Dr. Siti Romlah, menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak di lingkungan sekolah bukan sekadar program administratif, melainkan sebuah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui langkah nyata.
“Program ramah anak telah berjalan dan kami siap menjadi role model nasional dalam implementasi BSAN,” ujar Siti Romlah.
Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Karena itu, setiap satuan pendidikan didorong untuk membangun budaya saling menghargai, menghormati perbedaan, serta menolak segala bentuk kekerasan.
Dalam menjalankan program tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo tidak bekerja sendiri. Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) BSAN melibatkan berbagai pihak mulai dari unsur pendidikan, kepolisian, hingga organisasi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah berjalan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Polres Probolinggo Kota turut dilibatkan dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan penguatan karakter kepada peserta didik. Sementara itu, berbagai organisasi masyarakat ikut mengambil peran dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain dukungan kelembagaan, program BSAN juga diperkuat melalui perencanaan anggaran yang matang. Pemerintah Kota Probolinggo membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program serta memperkuat fasilitas pendukung bagi satuan pendidikan.
Komitmen besar tersebut juga dibarengi dengan target yang jelas. Pemerintah Kota Probolinggo menargetkan seluruh satuan pendidikan mulai dari TPA, TK, SD hingga SMP dapat mengimplementasikan BSAN secara penuh pada tahun 2026. Tidak hanya itu, pemerintah juga menargetkan penurunan angka kekerasan di lingkungan pendidikan hingga 70 persen pada tahun 2028.
Target ambisius tersebut menunjukkan kesungguhan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berorientasi pada perlindungan anak. Siti Romlah menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah menciptakan rasa aman bagi setiap peserta didik.
Atas berbagai langkah progresif tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan apresiasi kepada Kota Probolinggo. Pada Mei 2026 lalu, Kota Probolinggo dianugerahi penghargaan sebagai salah satu Pemerintah Daerah Terbaik dalam Komitmen Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Kota Probolinggo mampu menjadi daerah pelopor dalam perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Di bawah kepemimpinan Dr. Siti Romlah, berbagai inovasi yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa saat ini, tetapi juga menjadi investasi penting dalam mencetak generasi masa depan yang berkarakter, berprestasi, dan bebas dari rasa takut.
Dengan mengusung semangat “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Pemerintah Kota Probolinggo optimistis dapat terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, serta mampu melahirkan generasi unggul yang tumbuh dalam lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Fr