SGB-News id°PROBOLINGGO – Suasana khidmat dan penuh semangat keagamaan mewarnai pelaksanaan haul Sayyid Hayyah Joyolelono atau yang dikenal masyarakat sebagai Kyai Joyolelono di Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (7/6/2026). Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Probolinggo maupun luar daerah memadati area makam untuk mengikuti rangkaian kegiatan doa bersama dan tahlil.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kehadiran masyarakat yang datang secara bergelombang sejak pagi menunjukkan tingginya penghormatan terhadap sosok ulama yang diyakini memiliki hubungan nasab dengan Sunan Kudus. Selain warga lokal, kegiatan tersebut juga dihadiri para kiai, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta unsur pemerintahan Kecamatan Tegalsiwalan.
Dalam kegiatan haul tersebut, para jemaah memanjatkan doa agar memperoleh keberkahan, keselamatan, dan ridha Allah SWT. Momentum tahunan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarumat Islam sekaligus menjaga warisan sejarah dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurut informasi yang berkembang di masyarakat, Sayyid Hayyah Joyolelono disebut sebagai keturunan kelima dari Sunan Kudus. Silsilah yang disampaikan dalam acara tersebut menyebutkan garis keturunan bermula dari Sayyid Ja’far Shadiq atau Sunan Kudus, kemudian berlanjut kepada Sayyid Sholeh Penambahan Pakaos, Sayyid Ahmad Baidhowi atau Pangeran Katandur, Sayyid Abdul Majid Khotib Sendang Sepo, Sayyid Sholeh Khotib Sendang Anom Joyolelono Sendang di Madura, hingga Sayyid Hayyah Joyolelono yang dimakamkan di Desa Paras.
Besarnya antusiasme masyarakat dinilai menjadi bukti bahwa makam Sayyid Hayyah Joyolelono memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat bagi warga Probolinggo dan sekitarnya. Karena itu, berbagai pihak mulai mendorong kawasan tersebut untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi.
Namun demikian, pengembangan kawasan makam dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan nilai kesakralan dan sejarah yang melekat pada situs tersebut. Pemerintah desa bersama masyarakat dan unsur kecamatan terus berupaya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan makam agar tetap nyaman bagi para peziarah.
Menjelang pelaksanaan haul, perangkat desa, warga, dan sejumlah pihak terkait juga melakukan kerja bakti membersihkan area makam. Upaya tersebut mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan yang turut hadir langsung di lokasi sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian situs bersejarah di wilayah Tegalsiwalan.
Keberadaan makam Sayyid Hayyah Joyolelono dinilai menjadi salah satu aset religi yang dapat memperkaya khazanah sejarah Islam di Kabupaten Probolinggo. Selain sebagai tempat ziarah, kawasan ini juga berpotensi menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda mengenai penyebaran Islam dan jejak keturunan Wali Songo di wilayah tapal kuda.
Acara haul berlangsung tertib, aman, dan kondusif hingga selesai. Kehadiran para ulama dari Madura, Pasuruan, Jember, Probolinggo, serta berbagai daerah lainnya semakin menambah semarak kegiatan tersebut.
Masyarakat berharap perhatian terhadap situs makam Sayyid Hayyah Joyolelono terus ditingkatkan sehingga keberadaan peninggalan sejarah tersebut dapat terjaga dengan baik sekaligus memberikan manfaat spiritual, sosial, dan budaya bagi masyarakat luas.
(Ferdi)