SGB-News.id | PROBOLINGGO – Kecelakaan beruntun melibatkan satu unit Bus AKAS Asri dan dua dump truck terjadi di Jalan Raya masuk Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Bus AKAS Asri bernomor polisi N-7413-UQ yang dikemudikan Sugeng Hariyanto (63), warga Kecamatan Sumberasih, mengalami benturan dari belakang sebelum akhirnya menghantam dump truck yang sedang berhenti di bahu jalan.
Kecelakaan bermula saat bus melaju dari arah selatan menuju utara dan berusaha mendahului Dump Truck H-8831-CF yang dikemudikan Akhmad Basuki (36), warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Setelah berhasil mendahului, pengemudi bus mendadak mengerem karena di depannya terdapat Dump Truck Cold Diesel H-9265-UY yang dikemudikan Supriadi (56), warga Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, sedang berhenti di bahu jalan sebelah barat dan sebagian badan kendaraannya berada di badan jalan.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, Dump Truck H-8831-CF tidak mampu menghentikan laju kendaraannya sehingga menabrak bagian belakang Bus AKAS Asri. Benturan tersebut membuat bus terdorong ke depan hingga menabrak dump truck yang sedang parkir.
Seluruh pengemudi dipastikan selamat. Meski demikian, ketiga kendaraan mengalami kerusakan akibat benturan, dengan total kerugian materiil ditaksir sekitar Rp30 juta.
Petugas Satlantas Polres Probolinggo yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP, mengatur kelancaran arus lalu lintas, serta meminta keterangan dari para pengemudi dan saksi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ali Rifqi Mubarok melalui Kanit Gakkum IPTU Aditya Wikrama Pramundito mengatakan, penyelidikan awal mengarah pada dugaan kelalaian pengemudi Bus AKAS Asri saat melakukan manuver mendahului.
“Hasil penyelidikan sementara menunjukkan pengemudi bus diduga tidak memperhatikan situasi lalu lintas di depannya dan tidak menjalankan tata cara mendahului sesuai ketentuan. Saat kendaraan melakukan pengereman mendadak, dump truck di belakang tidak memiliki cukup jarak untuk menghindari benturan,” ungkap IPTU Aditya.
Menurutnya, seluruh rangkaian kejadian masih didalami oleh penyidik Unit Gakkum untuk memastikan faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan.
“Syukur alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun demikian, setiap kecelakaan harus menjadi evaluasi bagi seluruh pengguna jalan agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berkendara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa mendahului kendaraan harus dilakukan dengan mempertimbangkan ruang gerak yang cukup, kondisi lalu lintas, serta potensi hambatan di depan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan mendahului apabila kondisi jalan tidak aman. Pengemudi juga harus menjaga jarak aman dan tetap fokus selama berkendara. Sementara bagi kendaraan yang berhenti di bahu jalan, pastikan tidak mengganggu arus lalu lintas serta pasang alat peringatan agar pengguna jalan lain dapat mengantisipasi lebih dini,” tegasnya.
Satlantas Polres Probolinggo mengharapkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas dapat menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Probolinggo, sehingga keselamatan seluruh pengguna jalan dapat lebih terjamin. (Septyan)