Lumajang | SGB-News.id – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia Kabupaten Lumajang bersama Pimpinan Cabang Muslimah Ahlulbait Indonesia Kabupaten Lumajang. Pada Minggu (1/3/2026), sebanyak 1.000 paket takjil dibagikan kepada masyarakat di sisi selatan Alun-Alun Lumajang, mulai pukul 16.30 WIB.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan ini bukan agenda dadakan. Sejak 2021, pembagian takjil telah menjadi program tahunan yang rutin digelar setiap Ramadhan. Tahun ini menandai pelaksanaan yang keenam kalinya secara berturut-turut. Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan sosial tidak sekadar seremonial, melainkan komitmen jangka panjang.
Ketua Divisi Humas DPD ABI Lumajang, Saiful Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan sederhana namun bermakna: berbagi kepada sesama sekaligus memperkenalkan organisasi kepada masyarakat luas.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menumbuhkan kepedulian. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dengan nama, tetapi dengan aksi nyata,” ujarnya di sela kegiatan.
Sejak sore hari, para relawan telah bersiap di titik pembagian. Paket takjil dibagikan kepada pengendara, pejalan kaki, hingga warga yang melintas menjelang waktu berbuka. Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Beberapa pengendara bahkan memperlambat laju kendaraan begitu melihat barisan relawan yang mengenakan atribut organisasi.
Tidak ada orasi panjang, tidak ada panggung besar. Fokus kegiatan benar-benar pada distribusi takjil secara tertib dan cepat. Pendekatannya sederhana: senyum, sapa, dan serahkan paket berbuka. Namun dampaknya terasa langsung rasa kebersamaan yang muncul di ruang publik.
Muslimah Ahlulbait Indonesia Lumajang turut mengambil peran aktif dalam persiapan hingga pelaksanaan. Keterlibatan kaum perempuan dalam kegiatan sosial seperti ini menunjukkan bahwa kontribusi organisasi tidak terbatas pada satu segmen saja. Kolaborasi internal tersebut menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan program.
Saiful Arifin menambahkan, selain berbagi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan ABI Kabupaten Lumajang dan Muslimah Ahlulbait kepada masyarakat secara lebih luas. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan harus membuka diri dan membangun komunikasi positif dengan lingkungan sekitar.
“Kami ingin masyarakat mengenal kami lewat kegiatan yang bermanfaat. Bukan sekadar papan nama, tapi kerja nyata,” tegasnya.
Dalam konteks sosial yang lebih luas, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis. Di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu mudah, bantuan sederhana seperti takjil dapat membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan atau belum sempat menyiapkan hidangan berbuka. Nilainya mungkin tidak besar secara materi, tetapi signifikan secara sosial.
Sejak pertama kali digelar pada 2021, pembagian takjil ini terus mengalami peningkatan partisipasi relawan dan dukungan internal organisasi. Enam tahun berjalan tanpa putus menunjukkan adanya manajemen kegiatan yang terencana dan komitmen kolektif yang terjaga.
Momentum Ramadhan sering kali menjadi ajang pembuktian: apakah solidaritas hanya slogan atau benar-benar diwujudkan dalam tindakan. Bagi DPD ABI Lumajang dan Muslimah Ahlulbait Lumajang, jawabannya terlihat di tepi jalan Alun-Alun sore itu—seribu paket takjil, dibagikan dengan konsisten, tanpa banyak gimik.
Ke depan, organisasi berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Sebab berbagi di bulan suci bukan hanya tentang memberi makanan berbuka, tetapi juga menegaskan bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial tetap hidup di tengah masyarakat Lumajang.
Arini