SGB-News.id°SURABAYA – Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Berdasarkan rilis resmi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Jawa Timur berhasil meraih peringkat pertama kategori provinsi dalam Indeks Satu Data Indonesia (SDI) Tahun 2025 dengan skor 90,13 dan predikat “Sangat Baik.”
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, Jawa Timur mencatat skor 76,96. Artinya, terjadi lonjakan 13,17 poin, yang mencerminkan percepatan serius dalam pembenahan sistem tata kelola data di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Indeks Satu Data Indonesia merupakan instrumen nasional untuk mengukur kualitas penyelenggaraan tata kelola data pemerintah, meliputi aspek standar data, metadata, interoperabilitas, hingga kelembagaan dan sumber daya manusia. Skor tinggi yang diraih Jawa Timur menegaskan bahwa pengelolaan data di tingkat provinsi semakin akurat, mutakhir, terpadu, serta dapat dipertanggungjawabkan.[sitekit_posts posts_per_page=”3″ order=”DESC” orderby=”date”]
Prestasi ini menjadi bukti konkret komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung kebijakan Satu Data Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi perencanaan pembangunan berbasis data. Dengan sistem data yang terintegrasi, pemerintah daerah dinilai lebih mampu menyusun kebijakan yang tepat sasaran, efektif, dan transparan.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi masyarakat. Tata kelola data yang baik membuka ruang bagi pelayanan publik yang lebih cepat, pengambilan keputusan yang lebih presisi, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.
Dengan raihan peringkat pertama nasional ini, Jawa Timur mempertegas posisinya sebagai salah satu provinsi terdepan dalam transformasi digital pemerintahan dan pembangunan berbasis data. Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan terus menjaga konsistensi, sekaligus mendorong kabupaten dan kota untuk memperkuat ekosistem data sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Shinta Rahmawati