SGB-news.id°PROBOLINGGO — Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 dengan mengusung tema “Akselerasi Mutu, Komitmen Berkelanjutan”, Senin (6/1/2026). Momentum ini dirangkai dengan peresmian sejumlah pekerjaan konstruksi tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan rujukan di wilayah Tapal Kuda.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Peringatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, jajaran legislatif, serta mitra layanan kesehatan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan posisi RSUD Waluyo Jati sebagai institusi strategis dalam menjamin akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Direktur RSUD Waluyo Jati, Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia 44 tahun merupakan fase konsolidasi dan akselerasi. Manajemen rumah sakit, kata dia, berkomitmen meningkatkan kualitas layanan klinis, keselamatan pasien, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel. “Tema yang kami usung bukan slogan. Ini komitmen jangka panjang yang kami terjemahkan ke dalam penguatan SDM, sarana prasarana, dan sistem pelayanan,” ujarnya.
[the_ad id=”4796″]
Peresmian pekerjaan konstruksi tahun 2025 menjadi penanda langkah konkret peningkatan kapasitas layanan. Sejumlah fasilitas penunjang diharapkan mempercepat alur pelayanan, meningkatkan kenyamanan pasien, dan memperkuat standar mutu. Manajemen menegaskan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan dan mengedepankan keberlanjutan.
[the_ad_placement id=”4797″]
Bupati Probolinggo, Dr. H. Mohammad Haris Damanhuri Romly, menyampaikan apresiasi atas kinerja RSUD Waluyo Jati yang terus berbenah. Pemerintah daerah, katanya, mendukung penuh upaya peningkatan layanan kesehatan sebagai prioritas pembangunan manusia. “Rumah sakit daerah harus adaptif, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan masyarakat,” tegasnya.
Dari unsur kepolisian, Kapolres Probolinggo, AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga ketertiban dan mendukung layanan publik. Ia menyebut rumah sakit sebagai garda penting pelayanan sosial yang membutuhkan dukungan keamanan dan ketertiban agar operasional berjalan optimal.
Kepala Kejaksaan Negeri Kraksaan, Mohammad Anggidigdo, menyatakan dukungan pengawasan agar setiap program pembangunan dan pengadaan berjalan sesuai aturan. Menurutnya, akuntabilitas merupakan fondasi keberlanjutan mutu layanan publik, termasuk sektor kesehatan.
Dari unsur TNI, Komandan Kodim setempat Letkol Arh Iwan Hermaya menegaskan kesiapan mendukung program kesehatan melalui kolaborasi lintas institusi, terutama pada situasi darurat dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Ning Ayu Novita Rahmawati, menyatakan legislatif akan terus mengawal peningkatan mutu layanan kesehatan. Komisi IV, katanya, mendorong penguatan anggaran berbasis kinerja agar setiap rupiah berbanding lurus dengan kualitas layanan yang diterima masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tantomo, menilai RSUD Waluyo Jati memiliki peran kunci dalam sistem rujukan daerah. Peningkatan fasilitas dan manajemen mutu dinilai akan berdampak langsung pada capaian indikator kesehatan masyarakat.
Turut hadir Camat Kraksaan Puja Kurniawan, Direktur RS Fatimah Kraksaan Direktur RS Fatimah Kraksaan, Direktur RS Rizani Direktur RS Rizani, serta Kepala Desa Sumberlele Kepala Desa Sumberlele. Kehadiran para pimpinan fasilitas kesehatan dan pemerintah wilayah memperkuat kolaborasi layanan lintas jejaring.
Menutup rangkaian acara, manajemen RSUD Waluyo Jati menegaskan komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan layanan yang profesional, humanis, dan berkeadilan. Dengan akselerasi mutu yang terukur dan sinergi multipihak, rumah sakit daerah ini diharapkan kian responsif menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Shinta