SGB.NEWS.ID – PROBOLINGGO,– Wajah baru Alun-alun Kota Probolinggo kini tengah dipersiapkan untuk menjadi pusat ekonomi yang lebih modern namun tetap ramah bagi rakyat kecil. Di tengah kekhawatiran para Pedagang Kaki Lima (PKL), muncul angin segar yang membawa harapan bagi keberlangsungan hidup para pelaku UMKM.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Anggota Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo, Robit Riyanto, hadir sebagai jembatan aspirasi yang menenangkan hati para pedagang. Dalam sebuah dialog penuh kekeluargaan, beliau menegaskan bahwa proses penataan ini bukanlah untuk meminggirkan, melainkan untuk mengangkat derajat para pedagang ke tempat yang lebih layak dan tertata.
“Kita ingin ekonomi bergerak lebih baik. Pemerintah Kota sedang menata agar PKL memiliki tempat yang terfokus di sisi timur, di area hanggar yang lebih representatif,” ungkap Robit dengan nada optimis.
Konsep yang diusung pun tergolong inovatif. Pedagang nantinya akan menempati area atas bangunan, sementara pembeli dapat bersantai di area bawah. Skema pelayanan jemput bola akan diterapkan, di mana pedagang dengan ramah akan melayani pesanan pengunjung dari bawah. Hal ini diharapkan tidak hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga kenyamanan baru bagi wisatawan yang berkunjung ke jantung kota.
Robit Riyanto menekankan bahwa UMKM adalah denyut nadi ekonomi Kota Probolinggo yang tidak akan mungkin dibuang oleh pemerintah.
Beliau mengajak seluruh pedagang untuk bersabar dan bersinergi dalam masa transisi ini demi masa depan ekonomi yang lebih cerah.
“DPRD akan terus mengawal proses ini. Kita pastikan kebijakan pemerintah sejalan dengan harapan masyarakat, sehingga tidak ada satu pun pelaku UMKM yang dirugikan,” tutupnya dengan penuh keyakinan.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa dengan komunikasi yang baik dan visi yang sama, penataan kota dan kesejahteraan rakyat kecil bisa berjalan beriringan.
penulis: Diki maulana muttaqin